KITASULTRA.COM | KONAWE – Jalan yang dulu sulit dilalui, kini perlahan berubah menjadi akses penghubung harapan bagi warga Kecamatan Routa. Sepanjang kurang lebih 45 kilometer, pembangunan jalan yang menghubungkan Desa Lalomerui hingga Kelurahan Routa mulai menghadirkan perubahan nyata.
Program ini bukan sekadar proyek infrastruktur. Di baliknya, ada kolaborasi antara Pemerintah Desa Lalomerui dan sedikitnya delapan perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.
Kepala Desa Lalomerui, Taksir Unggahi, menyebutkan bahwa pembangunan ini lahir dari kebutuhan masyarakat akan akses jalan yang layak.
“Ini yang sudah lama dirindukan warga. Dengan jalan yang baik, aktivitas ekonomi jadi lebih lancar,” ujarnya.
Proses pembangunan dilakukan bertahap. Alat berat bekerja di berbagai titik, memperbaiki badan jalan, membangun drainase, hingga jembatan dan gorong-gorong. Hingga kini, progresnya telah mencapai sekitar 40 persen.
Menariknya, dukungan masyarakat begitu kuat. Beberapa warga bahkan rela menyerahkan sebagian lahannya untuk pembangunan jalan.
Tak hanya jalan, perubahan juga terasa di sektor lain. Program layanan kesehatan gratis melalui Puskesmas Keliling hadir dua kali dalam sebulan, memberikan pemeriksaan kesehatan tanpa biaya, mulai dari cek gula darah hingga pemberian obat.
Di bidang pendidikan, anak-anak kini memiliki peluang lebih besar. Fasilitas sekolah dibangun, beasiswa diberikan, dan akses pendidikan semakin terbuka.
Bagi Darmon, seorang tokoh masyarakat, perubahan ini sangat berarti. Ia mengaku dulu tidak bisa melanjutkan pendidikan karena keterbatasan akses.
“Sekarang anak-anak di sini sudah bisa sekolah lebih tinggi. Itu yang membuat kami bersyukur,” ungkapnya.
Selain itu, program pemberdayaan ekonomi melalui BUMDes juga membantu petani memasarkan hasil pertanian ke area perusahaan, membuka peluang pendapatan baru bagi warga.
Bagi masyarakat Routa, pembangunan ini bukan hanya tentang jalan, tetapi tentang masa depan yang mulai terbuka.
Laporan: Redaksi


