DaerahEkobisHeadlineSosial Budaya

Di Tengah Polemik “Save Routa”, Suara Pemuda Lalomerui Menguat Dukung Kehadiran PT SCM

41
×

Di Tengah Polemik “Save Routa”, Suara Pemuda Lalomerui Menguat Dukung Kehadiran PT SCM

Sebarkan artikel ini
Ketua Karang Taruna Desa Lalomerui Kecamatan Routa, Aspin Latumbanga

KITASULTRA.COM | KONAWE – Polemik terkait aktivitas PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) di Kecamatan Routa terus bergulir. Kritik dari kelompok yang mengatasnamakan “Save Routa” memantik respons dari berbagai pihak, termasuk kalangan pemuda di wilayah lingkar tambang.

Di Desa Lalomerui, suara itu datang dari Karang Taruna setempat. Ketua Karang Taruna, Aspin Latumbanga, tampil menyampaikan pandangan yang berbeda dari narasi yang berkembang di ruang publik.

Bagi Aspin, tudingan yang dilontarkan terhadap PT SCM tidak sepenuhnya mencerminkan realitas yang dirasakan masyarakat setempat.

“Yang berbicara itu bukan kami yang tinggal dan merasakan langsung dampaknya. Apa yang mereka sampaikan tidak sesuai fakta di lapangan,” ujarnya.

Aspin mengisahkan, sejak kehadiran PT SCM hampir dua tahun terakhir, perubahan di Routa mulai terlihat nyata. Infrastruktur perlahan membaik, akses kebutuhan dasar meningkat, dan peluang bagi masyarakat semakin terbuka.

Menurutnya, manfaat tersebut tidak hanya dirasakan oleh Desa Lalomerui, tetapi juga menjangkau wilayah lain di Kecamatan Routa.

Program bantuan alat pertanian, beasiswa pendidikan, penyediaan listrik, hingga pembangunan fasilitas umum menjadi bagian dari kontribusi yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kalau ada yang bilang tidak ada manfaat, mungkin karena tidak melihat secara langsung,” katanya.

Lebih dari itu, Aspin menilai pendekatan perusahaan terhadap masyarakat juga cukup terbuka. Keberadaan kantor perusahaan di tengah permukiman warga dinilai sebagai bentuk kemudahan akses komunikasi.

Isu transparansi yang sempat mencuat pun dibantahnya. Ia menegaskan bahwa perusahaan telah beberapa kali memaparkan program pemberdayaan secara terbuka di hadapan masyarakat dan pemerintah daerah.

Di sisi lain, Aspin juga menyoroti wacana pembangunan smelter nikel (RKEF) yang didorong oleh sejumlah pihak. Menurutnya, isu tersebut tidak bisa diputuskan secara tergesa-gesa tanpa kajian yang komprehensif.

Ia mengingatkan pentingnya mempertimbangkan regulasi pemerintah serta dampak jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat.

“Jangan sampai kita terjebak dalam isu yang justru merugikan kita sendiri di masa depan,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Aspin mengajak masyarakat untuk tetap bijak dan tidak mudah terprovokasi oleh kepentingan tertentu yang belum tentu berpihak pada masyarakat kecil.

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!